Hari ini kembali berpikir tentang dunia paralel di dalam alam pikiran manusia. Masih bertanya-tanya bagaimana bisa mimpi dan kenyataan terkadang berkaitan. Bahkan ketika secara paksa menyuruh alam bawah sadar naik ke permukaan, mimpi dan dunia nyata semakin kuat terkoneksi. Kesimpulan yang sama bahwa aku sering berteori namun prakteknya tak maksimal.

Aku baru sadar ternyata aku memang istimewa. Setidaknya aku salah satu dari orang-orang istimewa. Aku bisa dan punya kekuatan luar biasa untuk menahan berbagai macam rasa sakit. Hanya saja aku lebih memilih untuk mengekspresikannya daripada menyembunyikannya.

Hari ini. Hari dimana banyak orang berkurban. Aku, sepertinya kalau dihitung sudah mampu berkurban. Aku, sampai sekarang belum rela melepas harta yang kumiliki dikonversi menjadi hewan kurban. Aku, masih belum mau memilih jalan yang dipilihkanNya. Aku, masih memilih jalanku sendiri.

Sombongnya aku sampai tak kusadari. Kesombonganku sampai menutupi pandanganku. Seperti kata seorang penulis. Mungkin aku termasuk orang yang dia kategorikan sebagai orang yang membelalak matanya tapi buta sebuta butanya. Aku buta terhadap kesombonganku. Sepertinya tak ada seperbuatanpun yang tak teramu bersama kesombongan meski hanya setetes.

Tapi hebatnya karunia yang telah Tuhan berikan kepadaku. Aku bisa sangat menyadari semua itu. Bahkan aku masih tahu perinciannya. Meski saat melakukannya aku tidak sadar akan keberadaan setetes sombong itu. Yang mengherankan adalah aku seolah lebih memilih untuk tidak mempengaruhi alam pikiranku menghentikan ketidaksadaran akan tetesan sombong. Aku, adalah hitam yang sekaligus putih.

Jakarta, 6 November 2011

Keberingasan otak egoisku tak dapat dinalar. Cemburu pada hal spontan tak bermakna. Pada hal yang telah jauh membuangku ke ujung batas dunianya. Melupakan bukan akhir tapi awal kebencian. Kebencian yang tak sanggup kutolerir tapi bahkan tak pernah kumengerti. Kebencian itu masih dihinggapi harapan. Entah harapan akan apa. Seolah bilapun harapan itu bernilai sepersejuta persen aku serelanya menunggu menjadi sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan persen. Setan pun bahkan tak patut dipersalahkan atas kebundelan otakku ini.

Jakarta, 5 November 2011

Entah sejak kapan aku jadi terobsesi menulis hampir semua hal. Ya,hampir semua hal yang ada di benakku ingin rasanya kuubah menjadi tulisan. Hanya saja aku terlalu malas untuk mengkonversinya. Dari data yang ada di otakku ke dalam bentuk riil.

Seperti tadi misalnya. Ketika aku mengantri di SPBU. Dengan iseng aku memperhatikan kelakuan konsumen lain di SPBU. Kaku, hampir semuanya sama, hanya mengikuti barisan dan kemudian maju saat yang paling depan selesai mengisi BBM. Tapi ada beberapa orang yang membuatku cukup terhibur. Meski kebanyakan orang terlihat gusar dan merasa terganggu karena ada orang yang marah-marah entah apa alasannya. Tapi aku justru semakin tertarik melihatnya bisa memicu orang-orang di sekitarnya keluar dari kebiasaan yang membosankan. Saat itu pandangan dan gumaman mereka mengekspresikan perasaan mereka sebenarnya, kejujuran. Aku menikmati apa yang terjadi karena kebosananku terhadap orang-orang Jakarta yang cenderung tak mau peduli, lebih tepatnya memilih tak maupeduli, terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Pemandangan yang membosankan karena sulit bagiku menemukan letupan kejadian spontan. Hal yang menurutku mengesankan yang dimiliki manusia.

Sampai di kantor aku bergegas menuju posku di lantai 2. Aku melihat keluar jendela pentri yang cukup lebar. Pemandangan menakjubkan menerobos masuk bola mataku. Kapuk dari buah randu yang telah kering beterbangan ditiup angin. Kejadian yang jarang kulihat. Aku menaksir kapuk itu dari pohon randu yang memang tumbuh di sebelah kantor. Aku membuka jendela. Gila, bahkan aku tidak keberatan tersedak kapuk yang beterbangan seperti menari bersama angin. Otakku mungkin sudah mulai miring,haha. Sekali lagi aku menikmati kejadian yang melepasku dari penjara rutinitas. Yang semakin bertambah parah didramatisir oleh otakku yang sedang miring karena terlalu lama masuk penjara rutinitas.

Jakarta, 4 November 2011

Jangan pernah menyepelekan do’a. Allah SWT selalu mendengar do’a hamba-hambanya. Ingat kan kalau Allah SWT itu Maha Mendengar?

Ada do’a yang ditangguhkan sampai saatnya bertemu denganNya

Ada do’a yang ditunda pengabulannya menunggu saat yang terbaik

Ada do’a yang memang langsung dikabulkan

Yakinlah bahwa setiap do’a didengarNya dan Allah SWT selalu memberikan yang terbaik

SELALU

Ya Allah jika boleh aku meminta

Jangan biarkan hamba menginginkan apapun di langit dan di bumi melebihi hamba ingin bertemu denganMu dalam keadaan yang baik

Jangan biarkan hamba merindukan apapun di langit dan di bumi melebihi rinduku padaMu

Jangan biarkan ada cinta lain yang melebihi cinta hamba kepadaMu dan Rasulullah SAW

Relakan hamba ini mendapat citra apapun di hadapan makhluk tapi baikkanlah di hadapanMu

Ya Rabb jangan biarkan lagi hamba semakin terbelenggu terhadap dunia yang fana ini

aku bukan lautan
yang mampu menampung
semua rasa bersamaku
aku hanya debur ombak
yang membawa segenggam harapan
menepi ke pantai

aku bukan bintang
yang mampu terangi
gelapnya malam
aku hanya kunang-kunang
yang berikan setitik asa
kedalam taman

aku
adalah kamu
adalah dirimu
hanya saja
aku
adalah orang lain

Maafkanlah cinta
saat indahnya tak lagi memberimu kata
Maafkanlah cinta
saat harumnya tak mempesonakanlagi dia
Maafkanlah cinta
saat hidupmu tak sedang suka olehnya
Maafkanlah cinta
karena cinta juga karya

Diberi kelebihan dan kekurangan jua
Dengan kelebihan engkau boleh bersuka
tapi jangan terlalu suka
Dengan kekurangan janganlah jadi duka
karena cinta hanya milikNya

Thank people who have injured you,

because they have framed your heart’s will
Thank people who have cheated you,

because they have allowed you to gain knowledge
Thank people who injure you,

because they have invigorated your personality
Thank people who have whipped you,

because they have lit the fire in your passion
Thank people who have abandoned you,

because they have taught you independence
Thank people who have tripped you,

because they have strengthened your legs

 

I remember when a few past ago I tell this story to my ex-girlfriend, when I hope I can tell “Aku butuh jatuh cinta berkali-kali kepadamu untuk tahu bahwa kau benar-benar berharga bagiku. Kuharap bertahan selamanya.”

But now everything just passed away. I think that’s really terrible for me. I want to get that time again.

–CINTA

[A Succesful Relationship]

Sepasang suami istri yang telah menikah selama 11 tahun akhirnya dikarunia anak pertama. Keduanya saling mencinta dan anak itu adalah buah hati mereka. Suatu pagi hari, ketika si anak telah berumur dua tahun, sang suami melihat botol obat terbuka. Karena takut terlambat kerja, ia berpesan kepada istrinya agar menutup botol obat itu dan menyimpannya di lemari. Istrinya yang sedang sibuk di dapur sama sekali lupa dgn pesan suaminya. Anaknya yang sedang bermain-main melihat botol obat itu, lalu menghampirinya. Merasa tertarik dengan warna obat yg ada di dalamnya, ia lalu meminum semuanya. Obat dengan dosis tinggi untuk orang dewasa itu membuat si anak tak sadar. Ibunya segera membawanya ke rumah sakit. Namun, nyawa anak itu tidak tertolong. Sang istri terguncang melihat kejadian ini dan merasa takut menghadapi suaminya. Tak lama kemudian suaminya datang ke rumah sakit melihat jasad anaknya. Ia menatap wajah istrinya lalu berkata, “Aku cinta kepadamu, sayang!” Ucapan tak disangka-sangka dari suaminya ini merupakan sikap proaktif. Anak itu sudah mati. Ia tak dapat dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan istrinya. Disamping itu, kalau saja ia mau menyempatkan diri menutup botol obat itu, tentu kejadian ini bisa dihindarkan. Tidak ada seorang pun yang harus disalahkan. Istrinya telah kehilangan anak satu-satunya. Yang ia butuhkan sekarang adalah hiburan dan ucapan simpati dari suaminya. Jika setiap orang melihat kehidupan dari perspektif ini, maka berbagai persoalan di dunia menjadi ringan. Karena itu, tanggalkanlah sifat iri hati, cemburu, sikap tidak pemaaf, egoisme dan kecemasan, niscaya kau akan mendapati segala sesuatu itu tidak sesulit yang kau bayangkan. Hubungan yang sukses membutuhkan seseorang untuk jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama.

(Author Unknown) Hikmah dari Seberang

PUSTAKA ZAWIYAH (al-Habib Husein bin Anis al-Habsyi)–

 

I hope you remember me just whatever you feel on me now.

Thanks girl.

.gundhel.

.gundhel. and life

my tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 129 other followers